Ucapan Selamat Ulang Tahun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa

0 komentar

Ucapan Ulang Tahun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa - Tulisan tentang Ucapan Selamat Ulang Tahun sudah pernah dipublikasi diblog ini. Namun kali ini saya ingin berbagi tulisan lain, yaitu Ucapan Selamat Ulang Tahun Bahasa Sunda dan Ucapan Ulang Tahun Bahasa Jawa.

Bagaimana cara menyampaikan atau memberi Ucapan Ulang Tahun dalam Bahasa Sunda dan juga Ucapan Ulang Tahun dalam Bahasa Jawa? Berikut adalah ucapan selengkapnya:

Ucapan Selamat Ulang Tahun Bahasa Sunda:

- Salamet deui warsih, muga panjang umur sarta suksés sok (Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sukses selalu)

- Salamet deui warsih, panjang umur sarta muga gancang bisa jodoh (Selamat ulang tahun, panjang umur dan semoga cepat dapat jodoh)

- Salamet deui warsih, panjang umur sarta murah rejeki, sarta suksés dina pakasaban (selamat ulang tahun, panjang umur dan murah rejeki, serta sukses dalam pekerjaan)

Ucapan Selamat Ulang tahun Bahasa Jawa:

- Slamet Ulang Tahun, muga-muga tinambahe umurmu dibarengi tinambahe becike atimulan mantepe kadewasanmu.

Yupz.. sedemikian dulu tentang Ucapan ulang tahun bahasa Sunda dan bahasa Jawa yang bisa saya tuliskan hari ini untuk teman-teman semuanya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat kepada kamu semua, khususnya yang memang lagi mencari informasi tentang ucapan ulang tahun.

karodalnet

Label: , ,

Nikmat

0 komentar

begitu banyak Nikmat Alloh hari ini di berikan yg kebanyakan gak diminta, padahal Nikmat yang semalam2 belum di Syukuri, Maha Suci Engkau Alloh yang mengetahui apa yg terbaik untuk Hambanya!

DOA dalam hati kecilku..

0 komentar

"gusti berkahilah cinta, cita dan asa yang kuinginkan..
dan lancarkanlah ku dalam menghadapMU..
aku mohon jangan kau repotkan orang-orang yang berada disekitarku..
amiiiiiin.............."

HIDUP ADALAH SEBUAH PERJALANAN

0 komentar

Dulu, ada seorang raja yg mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka raja akan memberikan kepadanya daerah seluas yg sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yg maha luas.

Akhirnya tibalah ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia sudah sangat lelah dan hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yg seluas ini? Kini aku sudah sekarat, dan hampir mati dan aku ‘hanya’ butuh tanah seluas 2 METER untuk menguburkan diriku sendiri.

Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kekuasaan, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan.

Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati. Anda percaya ada kehidupan sesudah mati? Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, “kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan”.